Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) membuka pendaftaran untuk posisi Direktur Pelaksana masa jabatan 2010-2015.
Jakarta – PP Lakpesdam NU. Sela sa siang (8/6), bertempat di Kantor PP Lakpesdam NU, Jl. H. Ramli 20A Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, diadakan acara serah terima jabatan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU, dari pengurus periode 2005 – 2010 yang dipimpin M. Nashihin Hasan kepada pengurus periode 2010 – 2015 yang diketuai Yahya Ma’shum. Selain pengurus lama dan baru, acara yang dimulai lewat tengah hari itu juga dihadiri oleh M. Imam Aziz (ketua PBNU) dan Imdadun Rahmat, MA (wakil Sekjen PBNU), serta seluruh staf pelaksana.
.
Beberapa tahun yang lalu, saya mendengar isu tentang rencana Natal bersama di daerah Pamulang, Tengerang, Memang hari itu adalah hari-hari menjelang perayaan Natal karena bulan sudah menunjukkan bulan Desember. Tentunya umat Kristiani ingin merayakan hari besarnya layaknya orang Islam merayakan Idul Fitri. Tapi apa boleh buat perayaan Natal bersama gagal dilaksanakan setelah sekitar 500 orang Muslim membubuhkan tanda tangan menolak perayaan Natal Bersama.
Tema radikalisme Islam kembali mencuat. Sebutannya pun bisa beragam, seperti ekstrem kanan, fundamentalis, dan militan. Ada juga yang menyebut radikal dengan sebutan Neo-Khawarij dan Khawarij abad ke-20.
Radikalisme sekelompok Muslim tidak dapat dijadikan alasan untuk menjadikan Islam sebagai biang keladi radikalisme. Yang pasti, radikalisme berpotensi menjadi bahaya besar bagi masa depan peradaban manusia.
Gerakan radikalisme bukan sebuah gerakan spontan, tetapi memiliki faktor pendorong. Gejala kekerasan ”agama” bisa didudukkan sebagai gejala sosial-politik daripada gejala keagamaan. Akar masalahnya bisa ditelusuri dari sudut sosial-politik dalam kerangka historisitas manusia.

