Jakarta, Lakpesdam PBNU

Beraktivitas di Lakpesdam adalah melanjutkan visi dan cita-cita Nahdlatul Ulama yakni menjadi jam’iyah diniyah Islamiyah ijtima’iyah yang memperjuangkan tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, mewujudkan kemaslahan masyarakat, kemajuan bangsa, kesejahteraan, keadilan, dan kemandirian khususnya warga NU serta terciptanya rahmat bagi semesta dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia. Demikian kalimat awal yang disampaikan ketua Lakpesdam PBNU, Dr. H. Rumadi Ahmad, saat mengawali Rapat Kerja Tahunan 2018 di lt.8 gedung PBNU kemarin (23/1/2018).

Memasuki tahun ketiga dalam periode kepengurusan 2015-2020 ini, beberapa capaian memang sudah terlaksana, namun perlu terus dikuatkan dan ditingkatkan. Ada PPWK (Pendidikan dan Pengembangan Wawasan Keulamaan) dan Penggerak Ranting, yang menjadi bagian dari proses kaderisasi. Proses pemberdayaan masyarakat dan pendampingan kelompok melalui program Peduli, Konsorsium Kemala dan Kompak, hingga digitalisasi perpustakaan dan penerbitan Jurnal serta beberapa buku juga terus dilakukan.

Spirit khidmah untuk peningkatan kualitas SDM NU menjadi bagian penting yang harus terus diupayakan, termasuk mendorong dan mempengaruhi kebijakan yang sesuai dengan misi Nahdaltul Ulama. Nah, Rapat Kerja Tahunan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan lanjutan dari yang sudah tercapai dua tahun lalu.

Aspek pengelolaan kelembagaan dan keuangan juga menjadi hal yang tidak luput untuk terus dirapihkan, begitu juga laporan kegiatan, membuat rintisan sertifikasi profesi, hingga pemberitaan Lakpesdam di media sosial. Menuliskan isu-isu penting yang melibatkan PBNU di dalamnya juga perlu didokumentasikan dalam sebuah buku. Dan tahun berikutnya juga diharapkan mulai membuat pemetaan potensi yang dimiliki jaringan Lakpesdam baik di Wilayah maupun Cabang sehingga bisa saling bersinergi.

Rapat kali ini juga dihadiri salah satu Ketua PBNU, Dr. Robikin Emhas, MH yang juga menegaskan pentingnya kaderisasi yang telah dirumuskan PBNU dalam 5 jenis dan model, yakni kaderisasi keulamaan, kaderisasi struktural, kaderisasi penggerak NU, kaderisasi fungsional dan kaderisasi profesional.Ini menjadi ruh bagi organisasi, terlebih di tengah gempuran dan bullying serta fitnah yang beredar luas di masyarakat, dan tak sedikit juga menimpa PBNU dan jajaran ulama dan tokohnya.

Berbagai support terkait riset dan gagasan program serta kaderisasi yang baik akan sangat dibutuhkan, terlebih menyongsong dua hal penting, yakni bonus demografidan era digital. Bagaimana generasi penerus merespon perubahan namun tetap berpijak pada cita-cita dan visi Nahdlatul Ulama di atas. Tentu semua anak negeri ini tidak ingin Indonesia dijadikan sebagai medan pertempuran, baik dunia maya apalagi dunia nyata, berbagai pihak yang hanya mau mengambil keuntungan. []