Untuk melengkapi bekal pemahaman dan keterampilan para aktivis muda NU di bidang Advokasi APBD, PP Lakpesdam NU yang bekerja sama dengan PW Lakpesdam NU Jawa Timur menyelenggarakan Halaqah APBD (Sekolah Anggaran) Daurah Keempat, di Hotel Utami Surabaya pada tanggal 6 – 8 Juli 2010 lalu. Halaqah yang dibuka oleh Prof. DR. Mas’ud Sa’id, ketua PP Lakpesdam NU, itu diikuti 31 orang yang terdiri tim program Advokasi APBD Pro Poor dari Jakarta, Kota Surabaya, Kabupaten Cilacap, dan Provinsi Jawa Timur, perwakilan alumni Halaqah APBD Daurah 1 – 3, mitra dan jaringan lakpesdam, serta perwakilan Dinas Kesehatan dari Kota Surabaya dan Kabupaten Cilacap.
.
Gagasan tentang Mubes bermula dari apresiasi kelompok-kelompok masyarakat di Jepara terhadap transisi sosial politik dari otoritarian ke demokrasi. Dalam proses-proses politik, rakyat belum sepenuhnya terlibat dan dilibatkan. Dalam konteks Indonesia, libera¬lisasi politik yang ditandai dengan kebebasan berekspresi dan berpolitik dinilai belum berpihak pada rakyat. Sebaliknya cenderung menciptakan oligarki pada semua level pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat luas.
Tidak seperti biasa, gedung sederhana itu penuh dengan orang. Gedung yang terletak di belakang Masjid Agung Kabupaten Cilacap adalah gedung PCNU Cilacap dan seluruh ba¬nom dan lembaga NU. Gedung itu menjadi pusat kegiatan Rembug Warga Cilacap 2005. Ada yang sibuk mengetik, menumpuk berkas-berkas yang berantakan, dan sebagian lainnya ongko-ongko sambil terbahak. Suasana akrab sungguh terasa, sembari diselai guyonan ngapak-ngapak Cilacapan sejumlah orang yang asyik dengan dunianya sendiri.

