Dalam rangka melihat dan mengukur potensi dan kebutuhan SDM NU, Lakpesdam lakukan Survey. Survey yang bertajuk Survey Peran Kelembagaan dan Pengembangan SDM NU ini melibatkan 1200 responden yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. “Diharapkan survey ini memberikan makna positif bagi NU ke depan,” ungkap Ahkmad Miftah dalam sambutannya dalam coaching supervisor survey di Jakarta (11/09/09).
Besarnya potensi NU, lanjut Akhmad Miftah, selama ini hanya diukur dengan klaim, bukan dengan fakta. Sehingga perlu diverivikasi kebenarannya. Survey ini, lanjutnya, di antaranya secara internal mengukur kekuatan dan kelemahan NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah serta secara eksternal menguji peluang dan tantangan yang dihadapinya.
Menurutnya lebih lanjut, selama ini kita melihat kesenjangan antara semangat kita ber-NU dengan implementasi ke-NU-an kita. “Apa sesungguhnya yang salah dari kesenjangan antara semangat ber-NU dengan implementasi nyatanya,” imbuhnya. Karena itu, lanjut Miftah yang juga salah seorang pengurus Lakpesdam, survey ini menjadi penting untuk dilakukan. Sehingga hasilnya bisa digunakan oleh pengurus NU di semua level kepengurusannya untuk memberikan terobosan-terobosan alternatif dalam mendesain agenda kerja NU ke depan.
Survey ini akan berlangsung sejak Juli hingga Desember 2009 di 60 kabupaten/kota, di 12 provinsi dengan responden kurang lebih 1200 orang yang terdiri dari 770 orang Pengurus NU, 420 orang dari kalangan warga (jama’ah) NU, 179 orang dari kalangan stakeholder’s dari kalangan LSM, akademisi, birokrat, dan kalangan bisnis. [afs]

